Kalian
tahu saat tersakit dalam hidup ini?
Mungkin
sebagian dari kalian berfikir, saat tersakit dalam hidup adalah saat disakiti
oleh orang yang kita sayang, saat kehilangan benda kesayangan, kehabisan tiket
konser band favorit atau yang lain.
Tapi
yang saat ini aku baru tahu adalah saat tersakit dalam hidup ini adalah KETIKA
MELIHAT IBU MENANGIS. Mungkin selama ini ibu kalian terlihat sangat tegar,
baik-baik saja, dan cuek. Tapi dalam hatinya yang paling paling dalam, dia
memendam perasaan yang orang lain tak mengetahuinya dan ia juga enggan
menceritakannya pada siapapun, ibu selalu terlihat tabah adalah dalam hatinya
ia menangis sejadi jadinya. Ia mampu menahan perasaanya tangisnya dalam hatinya
selama hidupnya, ibu memang wanita super yang terbuat dari kumpulan partikel
kebaikan ketabahan kesabaran dan kasih sayang yang tuhan ciptakan sebagai
penyempurna hidup ayah.
Saat
usia ibu terus bertambah yang ia harapakan adalah kasih sayang seorang anak
yang selama ini ia bimbing dan didik dengan sepenuh hati. Dibalik keriput yang
semakin terlihat dalam raut wajahnya ada bukti bahwa ia memikirkan sesuatu yang
tak di ketahui orang lain yang hanya ia simpan di hati dan saat perasaannya tak
terbendung lagi saat ia merasa sangat rapuh, keriput keriput wajahnya dibasahi
oleh air mata yang lama ingin keluar. Dan ia menganis di depan kita, ITU ADALAH
SAAT TERSAKIT DALAM HIDUP! MELIHAT IBU MENANGIS !!
Saat
ia menceritakan semua yang ia rasakan pada kita yang ternyata selama ini
menyiksa batin nya, membuatnya susah tidur
Apalagi
saat ibu mengatakan kata kata yang membuat kita sangat merasa berslah
“mungkin
kalian akan mengerti saat ibu tak ada di dunia lagi” kata itu yang keluar dari
mulut ibu yang membuat ku menangis dan mengerti beta berat beban yang selama
ini ia pikul sendirian tanpa ada yang dapat membantunya. Ingin rasanya memeluk
ibu saat ia merasa dirinya rapuh saat ia bukan sebagai wanita super yang kuat.
Tapi rasa bersalah yang kadang timbul dalam hati kita membuat kita hanya bisa
ikut menangis saat ibu menangis, disisi lain ibu juga manusia biasa yang punya
rasa lelah. Ia lelah dengan perasaan yang mengganjal di hatinya, dan pada saat
itu pula ibu berharap semua perasaan yang memberatkan hatinya dapat segera
berakhir dan berganti dengan perasaan senang yang abadi. Aku yakin jika nanti
aku, kamu dan kalian menjadi seorang ibu kita ingin menjadi seorang ibu yang
paling bahagia seumur hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar