Awannya mendung seperti asap kenalpot bis kota yang barusaja melewati ku di halte. Hari ini aku pulang lebih awal karena ada rapat guru, mungkin akan membahas ujian akhir sekolah. Saat ini aku masih duduk dikelas IX SMP, jarak dari rumah ke sekolah memang agak jauh, keluargaku bukan dari kalangan atas, tapi aku patut bersyukur atas apa yang telah Tuhan beri padaku. Aku duduk di halte bis sambil memikirkan akan kemana aku nanti setelah lulus SMP, aku mempunyai impian untuk dapat membahagiakan orang tua dan keluarga, dan untuk dapat mewujudkan mimpiku itu aku tahu usaha yang keras sangat dibutuhkan, selama ini aku berusaha belajar dengan giat namun hasilnya belum maksimal, aku tahu aku masih harus berusaha keras untuk dapat mewujudkannya
Sekali lagi kupandang awan mendung yang menaungiku di halte, tapi tak kunjung hujan. Mungkin hanya kumpulan asap dari kenalpot kendaraan yang menjadi satu di atas sana. Dan tak terasa 20 menit aku menunggu bus yang tak kunjung datang. Siang ini jalanan memang terlihat lebih sepi dari biasanya, apa karna ada peringatan hari besar? aaah mana ku tahu tentang hari-hari besar di Indonesia.
Syukurlah bis yang ku tunggu selama 20 menit akhirnya datang juga, tanpa ragu aku segera naik dan duduk di kursi paling depan karena kebetulan bis nya tak banyak penumpang. Kurasa pak sopir mengemudikan bus dengan ugal-ugalan, aku jadi merasa takut menaiki bus ini. Kusuruh pak sopir agar memperlambat laju bus dan berhati-hati, namun pak sopir hanya mengangguk tanpa menjalankan perintahku. Dalam batinku aku sudah merasa, pasti akan ada kejadian yang tak membahagiakan.
Benarsaja dipertigaan kulihat dari arah kiri ada truk kontener melaju kencang tanpa memperhatikan rambu-rambu lalulintas, menghantam bus yang ku naiki dari arah yang berpotongan. Kini tubuhku terbaring lemas dengan darah yang keluar dari kepala dan seluruh tubuhku penuh dengan warna merah darah yang terus keluar.sakiiit.. . Aku mencoba berdiri dari bus yang sangat ringsek karena tabrakan tadi, kutemui pak sopir yang tak mau mendengarkanku tewas di tempat dengan keadaan mengenaskan matanya membelalak lebar mulutnya mengeluarkan darah yang sangat banyak. Aku berhasil keluar dari dalam bus itu, diluar tampak masyarakat dan polisi juga ambulan berdatangan, aku tak dapat menahan rasa sakit di kepalaku ini, mataku terpejam dan gelap.
Saat aku bangun aku masih merasa sakit dan kulihat aku tak barada di dalam kamarku, ruangannya serba putih dan ku rasa ada sesuatu yang masuk di lubang hidungku berupa selang. Ayah dan ibuku menghampiri dengan isak tangis yang mendalam melihat keadaan anaknya sekarang ini. Aku sadar tuhan barusaja menyelamatkanku dari tragedi yang mengenaskan syukurlah aku masih bisa bernafas, melihat keluarga yang amat sangat aku sayangi dan tentunya aku masih ada harapan untuk mewujudkan impian-impian yang ingin ku wijudkan.
Hari ini aku tidak masuk sekolah karena keadaan ku belum stabil, kepalaku masih dibalut oleh perban putih dan akujuga belum dapat berjalan dengan lancar. Butuh waktu 2 minggu agar aku dapat sembuh seperti sediakala dan setelah 2 minggu itu aku siap untuk kembali berusaha mewujudkan impian yang ada dalam hidupku. Thank god kau berikan aku kesempatan hidup lebih lama. :’D. Bersambung......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar