Hay..namaku Marry aku duduk dikelas IX SMPN 1 . Hari ini aku datang lebih awal ke sekolah karena aku ingin menghirup udara segar dipagi hari, aku berangkat sekolah menggunakan sepeda roda dua yang selalu setia menemani aktifitasku sehari hari.
"Marry..!" sapa seorang temanku dari kejauhan saat aku memasuki gerbang sekolah.
"Hey!" jawabku pada sapaan Ica.Ya, dia teman sebangku ku, kita selalu bersama.
Teeettt...teett..!!! Bel masuk pun berbunyi, tandanya kami semua akan melakukan kewajiban dan tujuan kami berangkat sekolah yaitu pelajara. Hari ini aku tak begitu memperhatikan pelajaran yang sedang diterangkan guru, maklum saja IPS aku tidak begitu suka dengan pelajaran Sejarah. Fikiranku saat ini sedang mengarah pada seorang teman ku yang bernama Hyuga, tak tahu kenapa aku selalu memikirkannya. :D
Dia seorang anak yang baik, alim, lucu,kocak meski pun dia tak begitu berprestasi tapi aku sudah mengenalnya sejak kami satu kelas dan masih duduk di kelas VII sebelum kami dipindahkan di kelas lain. Seperti itulaha ku mengenalnya. Dia pun sering sekali mengirim sms kepadaku, hampir setiap hari dia menanyakan kabar ku dan bertanya aku sedang apa, ya anak SMP memang suka seperti itu.
Tak terasa bel istirahat berbunyi, tak ada pembahasan yang masuk di otak ku tentang pelajaran sejarah tadi.
"Marry ada penghapus ngga?" tanya Hyuga padaku saat aku dan teman-teman akan pergi ke kantin.
"ada, bentar aku ambil dulu" aku meminjamkan penghapusku pada Hyuga.
Setelah kenyang dengan apa yang telah aku makan, aku melihat ke arah Hyuga, tampaknya dia sedang sibuk dengan PR yang belum ia kerjakan. Tak lama setelah aku berpaling dari pandangan Hyuga, ada sebuah tangan yang membawakan penghapus dari arah belakangku. Sudah ku duga Hyuga, dia mengembalikan penghapusku.
"Makasih yah" ucapnya sambil menyodorkan penghapusku.
"Sama-sama" jawabku dan mengambil penghapus yang masih ada ditangannya.
Tapi Hyuga malah menggodaku dengan menggerakan tangannya yang sedang memegang penghapus di depan wajahku.
"eeiiittss...eits..e.." wajahnya terllihat sangat senang melihatku mulai emosi.
"Hyuda...balikin ngga?? kaya anak kecil aja kamu, sini balikiiin..!!!" aku berusaha mengapai penghapusku.
"eeiits tangkap dulu baru aku balikin" Hyuda makin menjadi.
"hhhhh" tanpa sengaja aku memegang tangannya dan dia mendadak diam seketika, matanya menatap mataku indah sekali.
"eeh sini, inikan punya aku" aku melepaskan tangaku. suasana kembali seperti semula.
"hahahaha iya deeh, makasih yah Marry" ucapnya dengan nada yang konyol dan berlalu dari hadapanku.
HAHA SENANGNYA HATIKU...
pulang sekolah*
Aku senyum-senyum sendiri saat ingat kejadian tadi siang bersama Hyuda. Lucu juga, ah masa iya aku menyukai dia, dia sudah ku anggap seperti sahabatku sendiri, hhmm Hyuda-Hyuda...:D .
malam hari di kamarku*
Aku sedang mengerjakan soal-soal IPA yang diperkirakan masuk dalam UN, tapi aku berhenti sejenak dan ingat pada Hyuda. mmm lagi apa yah dia sekarang??? ?__?
Tak lama kemudia adda SMS masuk diHP ku ternyata dari Hyuda.
Hyuda : .Lg ngapain?
Aku : belajar, u?,
Hyuda : mau berangkat ngaji.
Aku : oh ya udah berangkt dlu sna,
Hyuda : Nya'
Aku: :)
Senang nya hatiku dia sms di saat yang tepat. Kurasa aku mengaguminya, lebih dari sekedar teman.Tak ku sadari aku mulai mengantuk dan memutuskan menyudahi belajarku malam ini.
Aku tertidur di kasurku. zZzZzZzz....!!! Z_z
kesokan harinya di kelas*
Kulihat Ica tak memperhatikan pelajaran, matanya seperti tertuju pada seseorang di bangku seberang. Ternyata saat aku mengamatinya ku rasa dia memperhatikan Hyuga, apa dia juga menyukainya?_?. Jujur saja aku sangat takut dengan keadaan yang seperti ini.
"Ca, pulangnya kamu naik apa?" tanyaku pada Ica yang sedang mengemasi buku-bukunya.
"mobil" jawabnya, tapi dia menjawab tanpa melihat padaku, melainkan Hyuda
"heleeeh angkot ja bangga, haha" aku mengalihkan pandangannya.
"eh, iya iya hehe" Ica keliatan curi-curi pandang sama Hyuga.
"Ca, pulangnya kamu naik apa?" tanyaku pada Ica yang sedang mengemasi buku-bukunya.
"mobil" jawabnya, tapi dia menjawab tanpa melihat padaku, melainkan Hyuda
"heleeeh angkot ja bangga, haha" aku mengalihkan pandangannya.
"eh, iya iya hehe" Ica keliatan curi-curi pandang sama Hyuga.
*****
Jujur saja aku tak menginginkan menyukai seseorang yang ternyata temanku juga suka. Aku berfikir untuk mencabut bunga yang baru mekar dihati dan menanamkan pada hati Ica dan Hyuda. kini aku benar-benar tau kalau Ica memang menykai Hyuda. Dan sikapnya yang selalu mengomentari apa yang Hyuda lakukan semakin membuatkuYAKIN bahwa Ica SANGAT menyukainya.
Lalu bagaimana dengan aku dan hatiku? kini aku mencoba menghindar dari Hyuda demi Ica. Demi teman baikku. Saat Hyuda mengajakku bercanda dan bicara, aku hanya diam dan menahan air mata yang hampir saja jatuh didepan Hyuda, mungkin Ica dan Hyuda menyadari perubahan sikapku pada mereka, bukan karena aku membenci mereka tapi karena aku tak ingin jadi penghambat Ica untuk bisa bersama Hyuga. Sesungguhnya aku juga selalu menangis saat aku mengingat apa yang sedang terjadi dengan hatiku dan hati mereka. Kini aku sadar mengapa Ica sangat terlihat terpaksa berbicara denganku bila aku sedang membicarakan tentang Hyuda, aku tau itu karena Ica cemburu dengan kedekatanku sama Hyuda. Ya...sekarang aku relakan hatiku tersakiti demi kalian, demi pertemanan kita, aku rela bila aku yang merasakan sakit karena bunga yang baru bersemi gugur kembali. Ku yakin akan ada musim yang lebih baik untuk bunga hatiku bersemi kembali tanpa gugur dalam sekejap.
Ku alihkan pandanganku padamu
Bukan karena aku membencimu
Atau berusaha melupakanmu
Tapi hanya utnuk mengindarimu
Menghindari hatiku terasa lebih sakit dari ini
Cukup seperti ini saja sakit yang kurasa
Bungaku bersemi satu musim
Tapi bungaku gugur satu waktu
Kulepas keindahan hati yang kurasa
Demi dua hati yang menanti
Demi perasaan yang sedang berbunga
Bungaku layu sekejap
Dan berubah menjadi duri.
Dan berubah menjadi duri.
(kisah nyata? pasti ada yang pernah mengalami kejadian kaya kini....tapi tenang aja, kalo kita ikhlas dengan apa yang kita pilih, semuanya akan baik" aja ko, hati juga rasanya ga terlalu sakit..:D jadi, jangan mudah kebawa emosi yah.. )
By:Intan Dwi Cahyani
saya merasakannya
BalasHapus